Entries categorized as ‘Opini’
sayah bingung.. sumpah deh, itu mahasiswa cirebon pada kemana yah.. kok sayah ga pernah ketemu sama mahasiswa cirebon dalam suatu pengembangan projek open source, maupun forum forum FOSS yang skalanya nasional. eh apa karena di cirebon tidak ada perguruan tinggi tekhnologi informasinya.. ?
kalau yang asalnya dari cirebon mah emang banyak namanya yang sudah mengharu biru seperti ayam jantan dari bandung ini.
agak sedih juga melihat perkembangan bloger cirebon yang seperti mati suri ini dan lebih banyak tumbuh blog baru ke arah internet marketing
untungnya sayah bukan orang cirebon
Kategori: Live · Opini
Ditandai: bloger cirebon, bloger indramayu
September 11, 2008 · & Komentar
akhir akhir ini koneksi Telkomsel flash selalu bermasalah, dari mulai ribut soal APN, koneksi yang lemot, tidak bisa akses ke luar, d el el. Agak ngeselin juga sih. apalagi dibulan
puasa ini yah sabar sabar ajah deh…
Kalau dilihat sekarang ini, banyak yang buka lapak Tsel ini, mungkin hal ini menyebabkan Tsel Flash ini kebanjiran pengguna, dan jadinya trafiknya padet deh., belum lagi banyak anak abegeh yang madetin trafik hanya untuk membicarakan hal hal yang gak penting penting amat!.
jadi bagi yang berminat langgaan Tsel Flash ini, ini sayah ada tips tipsnya.
Dateng ke konter 2 HP terdekat, lalu tanya kebanyakan yang isi pulsa disini apa yah? im3, simpati/as, atau xl, kalau yang isi ulang simpati sedikit baru boleh deh untuk daftar tsel flah ini
atau daftar ke lain provider ajah deh…aseliii koneksi Tsel lemot.. kalau dipakai di jaringan gprs.. sayah biasanya cuma dapet 40-12 kbps!. atau maksimal donlot itu 5kb/s, itu maksimal lho, atau kata teman sayah insyaallah dapet 40kbps
PS.. maaf yah juragan TSel Flash kalau jualannya ga laku dan para pemilik lapak
Kategori: Opini
Ditandai: Internet, life
jadi begini pak, kenapa sayah menolak kenaikan BBM dan BLT,
Sayah tingal di Indramayu… dan banyak sekali pengeboran yang dilakukan “disamping” rumah sayah, hal ini seharusnya saya sangat syukuri karena bisa tinggal dan terlahir di daerah yang kaya akan sumber migas.. eh..tapi apa yang sayah dapatkan dari tinggal didaerah ini..? cuma rasa takut!!! benar, sayah takut kejadian disidoarjo terjadi juga disini. jadi seharusnya karena minyak dan gas itu di peroleh didaerah kami, maka kami sudah seharusnya kami dapat dengan harga yang murah, atau bagaimana kalau rumah bapak saja (disampingnya juga ga papa)yang dijadikan tempat pengeboran minyak nanti konsumsi bbm bapak disubsidi.. coba mau engga?
Yang jadi aneh.. bukannya indonesia ini salah satu negara penghasil minyak (opec) yah seharusnya yang pentingkan sudah melebihi dari biaya produksi minyaknya ajah.. ini kok pengennya nyamain dengan harga pasar dunia, EMANG PERLAKUAN PEMERINTAH KITA DAH SAMA DENGAN PERLAKUAN NEGARA LAIN TERHADAP PENDUDUKNYA?, tapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita masih meng impor dari luar negeri lho(perkataan basi birokrasi) nah makanya kalau kita sajah masih butuh kenapa itu ladang minyak dan gas pengelolaannya diserahkan ke asing!!
ya allah ada BLT lagi….. BLT merupakan proyek besar para birokrat ditingkat bawah (kepala Desa dll)lho orang kepala desa bisa beli mobil setelah pembagian BLT tahun2 kemaren.. caranya kan mudah, tinggal manipulasi sajah siapa yang menerima dana tersebut, terus cantumkan nama2 fiktif dalam daftar penerima BLT, terus diambil di pos secara kolektif..nah untuk meredam amarah warga, tinggal bagi rata sajah pembagian BLTnya, jadi yang dapat 100 ribu dibagi jadi 50 ribuan, coba kalikan untungnya.. bentar. sayah ambil kalkulator dulu
- penerima BLT 3000 orang
- karena cukup dikasih setengahnya sajah sisanya jadi 1500 orang (trik bagi rata)
- sisa 1500 jadi milik yang pihak kepala desa
- 1500 x 100
= 150 000 000 WEWWWWWWWWWWW PANTES BISA BELI MOBIL
yah semoga ini cuma HOAX dan tidak terjadi di dunia nyata. kalau sampe kejadian… indonesia bisa bangkrut.. kayak sekarag ini.
duh jadi nyesel, kenapa dulu pilih SBY&JK.. semoga sayah tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari amiin….
UFO bawalah sayah pergi……
Kategori: Opini
Ditandai: keadilan, politik, unek unek
Kemaren kebetulan ada di rumah, liat di rumah tetangga ada tamu, karena tertarik, jadi kemudian sayah liat lebih dekat, eh ternyata itu pegawai dari desa, yah jadi sayah masuk lagi ajah .. tidur
sorenya, iseng iseng sayah tanya ke tetangga sayah itu, ooh ternyata itu tadi sedang membagikan kartu ASKESKIN(ASKESNYA buat orang yang kurang mampu), yang jadi aneh kok tidak semua keluarga dapet kartunya, terus juga harus bayar RP 5000 buat tiap katunya, oh iya tetangga sayah itu dalam satu rumah ada 3 keluarga, yang dapet kartu cuma 1 keluarga, itu juga ga dapat semua anggota keluarganya
wah kenapa??? apakah memang seperti ibu menteri yang terhormat?, ada yang bisa jelasin ini?
keluarga sayah sendiri ga dapet, emang wajar dan seharusnya tidak menerima kartu ASKESKIN
sayah juga ga minta, karena emang sudah ikut ASKES dari dulu
Kategori: Opini
Ditandai: bermasyarakat, opini sayah, Sosial